BERITA  

Harapan Jadi Kekecewaan, Program PAKAM Andalan Wabup Lahat Diduga Disabotase A

Gandustv.com, LAHAT, – Harapan besar ratusan warga kurang mampu di Kabupaten Lahat untuk mengubah nasib melalui program pelatihan satpam gratis “PAKAM” (Pelatihan Menuju Keluarga Mandiri) kini berubah menjadi kekecewaan mendalam.

Program yang digadang-gadang sebagai terobosan besar Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, ini justru terancam gagal total dan menuai tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Sebanyak 100 peserta dari 24 kecamatan di Kabupaten Lahat yang telah menyetorkan berkas persyaratan harus menelan pil pahit.

Janji manis keberangkatan yang dijadwalkan pada 11 Mei 2026 silam, nyatanya tak kunjung terealisasi. Hingga hari ini, nasib para calon peserta ini masih terkatung-katung tanpa kejelasan.

Kesiapan Pelaksana Vs. Kebisuan Dinas Sosial

Pihak ketiga yang dipercaya sebagai pelaksana teknis, PT Mias Rajawali Perkasa, angkat bicara dan menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kendala apa pun.

“Dari sisi kami, PT Mias Rajawali Perkasa sudah siap 100 persen. Tempat diksar sudah siap, koordinasi dengan Binmas Polda pun sudah berjalan. Masalahnya ada di pihak Dinas Sosial yang mendadak ‘diam’ pasca-pergantian kepala dinas,” ujar Direktur PT Mias Rajawali Perkasa, A. Rahman, SH, Sabtu (13/6/26).

Menurut pihak pelaksana, sejak pergantian posisi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lahat, program yang diinisiasi oleh Wakil Bupati ini seolah mati suri. Tidak ada arahan, tidak ada instruksi, dan tidak ada kejelasan kapan pelatihan akan dimulai.

Jeritan Masyarakat: Apakah Ini Hanya PHP?

Ketidakpastian ini memicu gelombang kekecewaan dari warga. Melalui akun komunitas Pemuda Lahat Bersatu, warga melayangkan protes keras di media sosial, mempertanyakan integritas program pemerintah tersebut.

“Bu Wabup, bagaimana nasib kami? Berkas sudah diserahkan, janji berangkat tanggal 11 Mei sudah lewat, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Kami tanya ke Dinas Sosial, katanya belum ada perintah dari Kepala Dinas baru. Apakah program ini hanya memberi harapan palsu (PHP) kepada kami masyarakat kecil?” tulis salah satu netizen dengan nada frustrasi.

Publik kini menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Lahat. Apakah program PAKAM akan benar-benar dijalankan demi memberdayakan warga kurang mampu, ataukah program ini akan dibiarkan menguap begitu saja dan mencoreng citra kepemimpinan daerah?

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sosial Kabupaten Lahat belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tertahannya program yang sangat dinantikan oleh 100 warga tersebut.