Gandustv.com, Palembang – Dibawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto selaku Presiden RI, beliau pernah menegaskan kepada semua instansi pemerintahan tak terkecuali bagi seluruh rakyat indonesia agar dapat melakukan efisiensi anggaran.
Namun, hal ini nampaknya tidak berlaku bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya SMA Negeri 1 Palembang.
Diwaktu SPMB 2026/2027 agar dapat diterima ke SMA Negeri 1 Palembang banyak sekali isu dugaan wali murid harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah.
Belum lagi dalam waktu dekat ini, tepatnya di tanggal 24-29 Oktober 2026, SMA Negeri 1 Palembang akan mengadakan Study Lapangan ke Pulau Jawa dengan estimasi biaya Rp.3.600.000,-/murid yang tentunya akan memberatkan bagi para orang tua.
Hal itu di perkuat dengan beredarnya di beberapa grup Whatsapp terkait Proposal Study Lapangan Murid Kelas X SMA Negeri 1 Palembang Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam proposal tersebut di sebutkan rincian biaya diantaranya:
– Biaya transportasi Bus Rp. 1.400.000,-
– Biaya Hotel 3 malam Rp. 700.000,-
– Biaya tol, guide, tour leader dan penyebrangan Rp. 400.000,-
– Biaya makan Rp. 600.000,-
– Biaya objek wisata, jaket, air mineral, asuransi dan lainnya Rp. 500.000,-
Total keseluruhan Rp. 3.600.000,-/murid ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite dan Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Palembang.
Perjalanan Study Lapangan di rencanakan akan menuju ke berbagai tempat seperti, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bosscha, Pantai Pasir Putih Lampung, Tangkuban Perahu, Dufan dan Floating Market.
Salah satu wali murid yang enggan disebut namanya merasa keberatan atas rencana kegiatan Study Lapangan tersebut.
Menurutnya, disaat ekonomi sedang sulit seperti sekarang ini, uang senilai Rp3.600.000,- tidaklah sedikit. Belum lagi, semua kebutuhan pokok saat ini sedang melonjak tinggi.
“Kalau Study Lapangan tujuannya ke UI dan ITB itu bagus, tapi kalau sudah ke pantai pasir putih Lampung, Dufan, Tangkuban Perahu dan Floating Market itu namanya jalan-jalan yang tidak ada manfaatnya,” ujar wali murid tersebut,
Senin (24/08/2026).
Saat mengkonfirmasi Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd menanggapi, tidak ada masalah dengan rencana akan diadakannya Study Lapangan oleh SMA Negeri 1 Palembang, asalkan semua melalui prosedur dan tidak memberatkan wali murid.
“Kalau semua melalui prosedur itu tidak masalah asal jangan memberatkan dan ada keterpaksaan bagi wali murid. Saya tidak tahu dengan rencana itu, karena hingga sekarang belum ada laporan ke Dinas Pendidikan,” pungkas Basuni.












