BERITA  

Massa FPPSS Minta Kejati Sumsel Panggil Kadis Sosial MUBA dan Yang Terlibat Dalam Kegiatan BANTU UMAK di Dinsos MUBA Dugaan Anggaran Meningkat

Gandustv.com, Palembang – Puluhan massa dari Element Front Pemuda Peduli Sumatera Selatan melakukan aksi demonstrasi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan adannya Bantuan Anggaran Umak di Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin (Dinsos Muba) yang Meningkatkan Waktu Pilkada 2024 MUBA Tahun 2024, aksi tersebut di laksanakan di Kejati Sumsel, jalan Gubernur H Bastari Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Selasa (02/04/24).

Koordinator Lapangan Jefriyansah di dampingi oleh Andika Saputra serta Edi Ginting Koordinator aksi mengatakan,”iya, kami Front Pemuda Peduli Sumsel sambangi Kejati Sumsel untuk meminta Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas adannya dugaan bantuan anggaran Umak di Dinsos Muba Yang meningkatkan waktu Pilkada 2024 MUBA Tahun 2024.

Bersamaan dengan itu, kami akan menyampaikan tentang Program di Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yaitu Program BANTU UMAK ( Bantuan Tunai untuk Masyarakat Miskin) Tahun 2023.

Yang menjadi perhatian kami ( Front Pemuda Peduli Sumsel),”kegiatan atau program BANTU UMAK di DINSOS MUBA sangat menguras banyak anggaran APBD misalnya untuk Belanja uang diberikan kepada masyarakat sebesar Rp. 31.529.550.000 dan belum lagi program-program yang berkaitan dengan itu juga menghabiskan dana milyaran lagi, misalnya kegiatan Verifikasi dan validasi data PMKS Rp. 300 juta-an, Monitoring evaluasi dan pelayanan pelaksanaan BPNT Rp. 900 Juta-an, serta Belanja makan dan minum rapat – belanja jasa tenaga penanganan sosial belanja perjalanan dinas luar dan dalam – belanja penanganan dampak sosial kemasyarakatan Rp. 32 milyar-an,”Jelas Jefriyansah.

Front Pemuda Peduli Sumsel menduga adanya dugaan yang mengarah pada kepentingan PILKADA Tahun 2024 MUBA, yaitu dengan meningkatkan anggaran Bantuan Sosial sangat signifikan atau lebih dari 100%. yang mana di Tahun 2023 Anggaran BANTU UMAK Rp. 32 Milyar dan di Tahun 2024 menjadi Rp. 71 Milyar.

Di tempat yang sama, Edi Ginting Koordinator aksi menambahkan,”adanya dugaan kepala Dinas Sosial MUBA juga akan ikut kontestasi sebagai wakil bupati MUBA pada PILKADA 2024, maka jangan sampai program-program bansos ini di manfaatkan untuk kepentingan tertentu,”ucapnya.

“Dari itu agar program tersebut diatas dapat terealisasi dengan baik, transparan dan tepat sasaran maka Front Pemuda Peduli Sumsel meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) Sebagai berikut :
1.Melakukan Tela’ah, Investigasi turun kelokasi dan melakukan Audit terhadap realisasi Program BANTU UMAK dan Kegiatan Bansos-bansos lainya di Dinas Sosial MUBA Tahun Anggaran 2023.
2.Memanggil Kepala Dinas Sosial MUBA dan Kepala Bidang, PPK serta Panitia yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut untuk dimintai keterangan dan dokumen laporan.

“Dan, yang kami inginkan Pembangunan di Muba, pembangunan yang bersih dan transparansi baik program pembangunan Nasional maupun pembangunan Daerah Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin,”pungkasnya.

Massa aksi Front Pemuda Peduli Sumatera Selatan di terima oleh Kejati Sumsel yang di Wakili oleh Burnia Kasi Intel Kejati Sumsel serta mendapat pengawalan dari pihak kepolisan dalam hal ini Polrestabes Palembang dan Polsek SU I Palembang.