BERITA  

Discussion Menuju Lubuklinggau Kawasan Heritage

Gandustv.com, LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sum-Sel),mengelar rapat Forum Group Discussion (FGD) pembangunan menuju Kota Lubuklinggau Heritage di tahun 2025.

Rapat FGD pembangunan Heritage berlangsung di Hotal Dewinda,dengan narasumber,Wakil Walikota,Sekda Kota Lubuklinggau H Trisko Defriansyah,Kadis Perkim dan Kadis Pariwisata,Rabu (24/9).

Sekda Kota Lubuklinggau H Trisko Defriansyah menerangkan,Discussion inikan merupakan tempat mengumpulkan bagi pemangku kepentingan.

Mulai dari akademisi,dari pemangku adat, kelompok wanita hingga unsur pemerintahan,maupun kepala OPD yang menguasai dibidangnya.

” Tidak lain mengharapkan kedepan nanti,ketika kebijakan serta kemunculan Lubuklinggau Haleritage ini benar-benar dapat memperhatikan beberapa aspeknya,”terang Sekda.

H Trisko Defriansyah menuturkan,karena pemahaman dalam Linggau Heritage itu nanti tidak hanya pada satu aspek saja.

Seperti tidak hanya pada bangunan-bangunan yang bersejarah di kota Lubuklinggau,akan tetapi seluruh aspek yang ada.

” Karena dikatakan Linggau Heritage itu berbagi macam aspek ada mulai dari nilai kebudayaan,tradisinya,kultur masyarakat,bahkan adat istiadatnya,”terang Sekda.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kota Lubuklinggau Adiwena menjelaskan rapat Discussion hari ini, merupakan tindak lanjut rapat beberapa hari yang lalu di Dinas Pariwisata.

Maka dari itu hari merupakan rapat tahapan kedua dengan dilakukannya FGD ,tentang konsep pembangunan menuju Kota Lubuklinggau Heritage di tahun 2026 mendatang.

” Kemudian Linggau Heritage ini juga merupakan destinasi pariwisata yang baru,sebagai destinasi wisata yang berbasis sejarah dan budaya,”jelas Adiwena.

Adi Wena menuturkan,kesimpulan dalam rapat FGD hari ini ada tiga opsi wawasan yang akan dibangun.

Dan akan dikaji kembali oleh tim akademisi maupun yang terkait lainnya,rencana pembangunan pertama yakni di lokasi kawasan Subkos,kawasan Batu Urip dan kawasan Petanang.

Hasil dari kajian tim akademisi maupun yang terkait lainnya nanti,yang diutamakan nilai sejarah dan budaya.

” Selanjutnya setelah ditetapkan sebagai DID,maka di tahun 2026 nanti secara bertahap lokasi kawasan itu akan segera dibangun,”tutur Adiwena.