Gandustv.com, Palembang – Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga merupakan isu lingkungan yang terus berkembang di wilayah pemukiman, termasuk di Kelurahan Lebong Gajah, Sematang Borang Palembang. Sebagian besar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga belum memiliki keterampilan dalam mengolah limbah organik sehingga sampah langsung dibuang ke TPS tanpa dipilah, kondisi ini menyebabkan peningkatan volume sampah, munculnya bau tidak sedap dan menurunnya kualitas lingkungan.
Melalui Program Pengabdian pada Masyarakat, tim Dosen FKIP UNSRI dibantu Mahasiswa Prodi Pendidikan Masyarakat FKIP UNSRI bekerjasama dengan Majelis Taklim Nurul Qalbi dibawah naungan Yayasan Lukmanul Hakim, Kelurahan Lebong Gajah menggelar pelatihan pemanfaatan sampah organik bagi masyarakat terutama menyasar pada ibu-ibu rumah tangga di RT. 48 dan RT 49. Hadir sebagai pembicara dan Pemateri utama tentang lingkungan yakni Prof. Azizah Husin, M.Pd dan Narasumber ahli sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Dr. Henny Helmi, M.Pd.
“Kegiatan pelatihan ini telah dimulai bulan Juni melalui survey lokasi awal, lalu bulan Oktober diadakan seminar Kesadaran Lingkungan dan November dimulai pelaksanaan pelatihan pembuatan Eco Enzym,” Ungkap Ketua Pelaksana Dr. Henny Helmi, M.Pd.
Kegiatan inti seperti survey awal, sosialisasi, pelatihan pemilahan sampah, serta pelatihan pemhuatan eco enzym telah terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
“Progam pengabdian ini mengusung tema Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pemanfaatan Limbah Organik menjadi Eco Enzym di Kelurahan Lebong Gajah yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan pengelolaan sampah rumah tangga serta memfasilitasi terbentuknya kelompok masyarakat yang mandiri dalam memproduksi eco enzym.” Lanjut Henny.
Untuk diketahui, eco enzym adalah cairan organik hasil fermentasi sampah organik dapur, gula, dan air yang pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon dari Thailand. Cairan ini bersifat multifungsi sebagai pembersih, pupuk cair, deodorizer dan pestisida alami sekaligus mudah dan murah diproduksi di tingkat rumah tangga. Penelitian menunjukkan bahwa eco enzym memiliki aktifitas antibakteri dan dapat meningkatkan kualitas tanah dan aman digunakan dalam berbagai keperluan rumah tangga.
Terakhir. Henny mengucapkan terima kasih kepada Rektor UNSRI, LP2M UNSRI, Lurah Lebong Gajah, Ketua RT. 48 dan 49, Ketua Yayasan Lukmanul Hakim serta seluruh peserta ibu rumah tangga yang tergabung dalam Majelis Taklim Nurul Qalbi yang telah memberikan dukungan penuh partisipasi aktif, serta kerjasama yang sangat baik selama proses pelaksanaan kegiatan.
Menyulap Sampah Organik Menjadi Eco Enzym, Tim Dosen FKIP UNSRI gelar Pelatihan Untuk Masyarakat












