Gamdustv.com, Palembang – Mahasiswa Universitas PGRI Palembang kembali menggelar aksi di depan kantor rektorat untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak kampus, Jum’at (26/06/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti perbaikan fasilitas kampus, penolakan kenaikan biaya kuliah, serta fasilitas laboratorium yang disebut tidak lagi dapat digunakan karena dialihkan untuk kepentingan rencana Fakultas Kedokteran. Mahasiswa juga mempertanyakan kejelasan pembukaan Fakultas Kedokteran yang hingga kini dinilai belum memiliki kepastian.
Selain itu, massa aksi turut mendesak pihak kampus untuk serius menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan oknum dosen di lingkungan Universitas PGRI Palembang. Mahasiswa menilai persoalan tersebut harus ditangani secara transparan demi menciptakan rasa aman di lingkungan kampus.
Namun, mahasiswa kembali menyayangkan ketidakhadiran Rektor Universitas PGRI Palembang, Bpk Bukman Lian, yang disebut tidak hadir menemui massa aksi secara langsung.
Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Andri Manan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena aspirasi yang telah disampaikan berulang kali belum mendapatkan respons yang memadai.
“Kami sangat menyayangkan rektor kembali tidak hadir. Mahasiswa hanya ingin berdialog dan menyampaikan keresahan terkait fasilitas, biaya kuliah, serta perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan kampus,” ujar Andri.
Hal senada disampaikan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Steven. Ia mengecam sikap rektor yang dinilai kembali absen di hadapan mahasiswa.
“Kami kecewa karena hanya ditanggapi oleh wakil rektor dan BPH, sementara mereka bukan pengambil kebijakan tertinggi. Jika BPH memang memiliki peran strategis, mengapa tidak mampu menghadirkan rektor untuk menemui mahasiswa?” tegas Steven.
Mahasiswa menegaskan akan tetap memperjuangkan aspirasi melalui langkah-langkah strategis, baik secara administratif maupun intelektual, sampai pihak kampus memberikan jawaban dan penyelesaian yang jelas.
Di akhir aksi, mahasiswa juga menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Bukman Lian. Menurut mereka, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Apabila rektor dinilai tidak sanggup hadir, mendengar, dan menyelesaikan persoalan mahasiswa, maka lebih baik secara terhormat mempertimbangkan untuk mundur.
Mahasiswa juga menilai, memegang dua jabatan besar dalam satu waktu, yakni sebagai Rektor UPGri Palembang dan Ketua PGRI Sumatera Selatan, bukan hal yang ideal apabila salah satu amanah justru terkesan diabaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Rektor Universitas PGRI Palembang, Bukman Lian, terkait tuntutan dan kritik yang disampaikan mahasiswa
Rektor UPGRI Palembang Bukman Lian, kembali mangkir, Mahasiswa gelar aksi Soroti Fasilitas, Biaya Kuliah, dan Dugaan Pelecehan di Kampus












