Gandustv.com, Bangka – Aktivitas pengambilan tanah puru yang berada di jalan raya Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, menuai sorotan tajam dari masyarakat,Di Jalan Raya Desa Balunijuk Bangka(30/3/2026).
Pasalnya, bos pemilik pengambilan tanah puru tersebut diduga tidak bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari aktivitas penggalian tanah tersebut.
Warga setempat mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Jalan utama yang dilalui kendaraan pengambilan tanah puru kini rusak parah, berdebu saat panas dan berlumpur saat hujan.
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
“Setiap hari kami harus menghirup debu, belum lagi jalan jadi licin kalau hujan. Sudah beberapa kali hampir terjadi kecelakaan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak hanya itu, lubang bekas galian tanah puru juga dibiarkan terbengkalai tanpa adanya upaya reklamasi atau penutupan kembali.
Masyarakat menilai pemilik terkesan lepas tangan dan tidak menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak pengelola untuk bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan maupun keselamatan warga.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Mereka juga meminta agar aktivitas pengambilan tanah puru tersebut ditindak tegas apabila terbukti melanggar aturan.
“Kami tidak menolak usaha, tapi harus ada tanggung jawab. Jangan sampai kami yang jadi korban,” tegas warga lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius dan diharapkan segera mendapat solusi sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat sekitar
BOS PENGAMBILAN TANAH PURU DIDUGA TAK BERTANGGUNG JAWAB, WARGA BALUNIJUK RESAH












