BERITA  

Panitia Persiapan peringatan perang Lima hari lima malam


Gandustv.com, Palembang – Panitia Persiapan peringatan perang Lima hari lima malam Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) akan selalu mengenang peristiwa Perang 5 hari 5 Malam (PLHLM) yang terjadi di Palembang.

Peristiwa ini sangat penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Untuk itu Kesultanan Palembang Darussalam akan menggelar peringatan perang lima hari lima malam  di halaman Monumen Perjuangan Rakyat, sebelum acara dimulai akan ada konvoi mobil Jeep, melewati jalan jalan yang menjadi tempat perlawan tentara Indonesia melawan Belanda, kemudian konvoi mobil jeep untuk melakukan upacara perang lima lima malam yang melingkupi tiga matra darat, laut dan udara.

Menurut Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja “Para pejuang telah melewati jalan yang sangat sulit untuk kemerdekaan, sangatlah naif dan keterlaluan jika kita tidak dapat menyelenggarakan kegiatan yang sekadar mengingat jasa-jasa mereka. Kegiatan peringatan harusnya mendapat dukungan oleh berbagai pihak.”Peringatan perang Lima hari lima malam akan diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari pembakti Kesultanan Palembang Darussalam, pecinta sejarah, dosen, mahasiswa, ASN hingga masyarakat umum.

Pengamat Sejarah Kebangsaan Sumsel Ramlan Holdan mengatakan, perang lima hari lima malam ini syarat dengan nilai kesejarahan yang bisa di ambil antaranya semangat Patriotisme , semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air, nilai nilai inilah yang perlu perlu dan harus di tanamkan kepada kalangan milenial.“Nasionalisme adan Patriotisme jangan sampai membabi buta tapi semata-mata untuk kepentingan negara, rela berkorban, rela untuk membangun  dan dalam proses pembangunan tentu nilai-nilai itu perlu di gunakan untuk  proses pembangunan ,”katanya.

Dudi Oskandar ketua panitia mengatakan “peringatan perang Lima hari lima malam ini adalah untuk mengenang dan memperingati para pahlawan yang telah gugur dimedan juang untuk mempertahankan Republik ini, sudah selayaknya peristiwa ini dijadikan momen bersejarah oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan kota Palembang”ungkapnya.