Gandustv.com, Palembang, – Kolonel Pas Drs. Sujatmiko Kasubbid Kontra propaganda BNPT Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berkesempatan menjadi nara sumber di Forum Grup Diskusi, Minggu (27/02/2022).
Bertempat di Gedung Grand Atiyasa Convention Center Palembang yang beralamat di Jalan Kapten A. Anwar Arsyad, Kecamatan Ilir Barat I Palembang dengan mengusung tema “Pentingnya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Bagi Generasi 5.0”.
Kolonel Pas Drs. Sujatmiko menyatakan akan menerapkan skema pentahelix untuk mencegah dan menanggulangi aksi terorisme serta radikalisme pada tahun 2022.
Konsep pentahelix menggunakan seluruh potensi dalam membentuk kekuatan nasional melawan ideologi radikalisme dan terorisme. Melibatkan lima unsur, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media.
Kolonel Pas Drs. Sujatmiko menilai, penguatan kebijakan Pentahelix BNPT di tengah kontroversi budaya dan agama dibutuhkan. Menurutnya, agama dan budaya bukanlah sesuatu yang pantas dipertentangkan.
“Sehingga apapun budaya dan nilai yang tidak bertentangan dengan nilai agama maka tidak perlu dipertentangkan,” kata Sujatmiko dalam seminar diskusi.
Dewasa ini, menurutnya, pola infiltrasi kelompok radikal kian masif hingga telah menyentuh berbagai lini kehidupan. Mulai dari pemerintahan hingga lembaga pendidikan yang kerap kali berusaha untuk menghilangkan nilai budaya dan kearifan lokal bangsa ini.
“Ini dikarenakan, ideologi radikalisme menyerang pikiran, sel saraf manusia yang menghasilkan pemikiran yang membenarkan aksi-aksi ke arah manipulasi agama, dan infiltrasi tersebut menjadi bagian dari upaya maksimal mereka, jihad,” terang Kolonel Sujatmiko.
Menurut dia, perlu adanya pelibatan banyak komponen untuk menghalau laju infiltrasi kelompok radikal. Salah satunya melalui penguatan kebijakan Pentahelix yang dicanangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Saya kira semua komponen harus terlibat, semua lini dari semua lapisan masyarakat harus terlibat, dan kebijakan pentahelix yang digagas BNPT ini bisa mempersempit ruang bagi pemikiran radikal ini agar tidak tumbuh subur di tengah masyarakat,” ujarnya.
Konsep pentahelix adalah penanggulangan ideologi radikalisme dan terorisme dental kerja sama dan kolaborasi secara multipihak yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat, komunitas, media hingga pelaku seni.
Saat di wawancarai selesai acara Forum Diskusi, Sujatmiko membeberkan beberapa hal penting yang harus di ingatkan dan di sosialisasikan serta di kuatkan ke seluruh elemen masyarakat.
Dia menilai dalam penguatan kebijakan pentahelix perlu diperkuat juga dengan menumbuhkan semangat dan nilai-nilai kepada seluruh jajaran komponen dan pemangku kepentingan terkait.
“Pertama, perlu ditanamkan keilmuan yang mumpuni. Sehingga pemahaman itu bisa maksimal untuk nantinya disampaikan oleh stakeholder (pemangku kepentingan) kepada masyarakat. Harus memiliki kemampuan yang baik tentang literasi agama,” terangnya.
Kedua, menumbuhkan rasa kesadaran bahwa masyarakat Indonesia ini adalah satu yaitu sebagai bangsa Indonesia dengan segala keragaman dan kebhinekaan yang dipersatukan dengan Pancasila dan UUD 1945 serta kebudayaan yang khas.
“Kita punya ideologi Pancasila, hidup dalam kebhinekaan, kita punya UUD 1945 dan budaya yang khas. Inilah yang harus dipahamkan dan diperkuat oleh kita semuanya,” tegas Sujatmiko kepada wartawan.
Skema Pentahelix BNPT Cegah Pemikiran Radikal, Tumbuhkan Rasa Cinta NKRI












