BERITA  

FGD Forum CSR Sumsel Soroti Penguatan Tata Kelola Kolaboratif untuk Pembangunan Berkelanjutan

Gandustv.com, Palembang – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan topik, Model Partisipasi Kolaboratif Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Sumatera Selatan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan .

FGD   melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat hingga lembaga terkait. Kegiatan ini bertujuan menggali berbagai pandangan dan pengalaman peserta mengenai efektivitas tata kelola Forum CSR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumsel di kedai Tiga Nyonya Palembang, Jumat (10/7/2026).

Dari CSR Sumsel hadir  diantaranya Ketua : Dr. Hadi Prayogo, Prof Sri Rahayu, Abdul Rasyid MSi, Dr Joko, Yustianus.

Turut hadir  pejabat Bappeda Hari Wibawa dan pejabat Dinsos Sumsel Aini

Salah satu peneliti sekaligus narasumber , Achmad Akmaluddin, mengatakan bahwa FGD merupakan bagian penting dalam proses penelitian untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai pelaksanaan Forum CSR selama ini.

“Melalui Focus Group Discussion ini kami ingin menggali pengalaman, pandangan, serta masukan dari seluruh pemangku kepentingan mengenai bagaimana Forum CSR dijalankan, tantangan yang dihadapi, serta berbagai rekomendasi untuk memperkuat tata kelola kolaboratif di masa mendatang,” ujar Achmad Akmaluddin.

Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya melihat pelaksanaan program CSR, tetapi juga mengkaji bagaimana kolaborasi antaraktor dibangun sehingga mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Selama FGD berlangsung, peserta diajak membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan Forum CSR. Diskusi dimulai dengan mengevaluasi pelaksanaan forum selama ini, termasuk efektivitas koordinasi, pembagian peran, mekanisme komunikasi, hingga kontribusi masing-masing pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan program CSR.

Peserta juga diminta menjelaskan sejauh mana pemerintah, perusahaan, akademisi, organisasi masyarakat, dan pihak lainnya telah menjalankan fungsi masing-masing dalam forum. Selain mengidentifikasi berbagai praktik baik yang telah dilakukan, diskusi turut mengungkap sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti koordinasi yang belum optimal, keterbatasan sumber daya, serta tingkat partisipasi anggota yang belum merata.

Dalam pembahasan mengenai tata kelola forum, peserta memberikan pandangan terkait proses pengambilan keputusan, keseimbangan peran antaranggota, serta bentuk dukungan konkret yang telah diberikan oleh masing-masing institusi. Masukan tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah struktur Forum CSR telah berjalan secara efektif dan mampu mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.

FGD juga mengangkat isu mengenai pola partisipasi dan komitmen pemangku kepentingan. Berbagai faktor yang mendorong keaktifan anggota dalam forum dibahas secara mendalam, mulai dari komitmen organisasi, kebijakan perusahaan, kepedulian terhadap masyarakat, hingga peluang membangun jejaring kerja sama lintas sektor.

Sebaliknya, peserta juga mengemukakan sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi sebagian anggota, seperti keterbatasan waktu, pergantian pengurus, kurangnya komunikasi, hingga belum adanya mekanisme koordinasi yang konsisten.

Selain itu, forum mengevaluasi efektivitas komunikasi antarpemangku kepentingan melalui mekanisme rapat, pelaporan, koordinasi, dan evaluasi bersama. Peserta juga diminta memberikan usulan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan agar Forum CSR dapat bertahan dan semakin kuat dalam menjalankan fungsinya sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.

Achmad Akmaluddin menjelaskan bahwa seluruh masukan peserta akan dianalisis sebagai bahan penyusunan rekomendasi model tata kelola Forum CSR yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Harapan kami, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah, perusahaan, maupun seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program CSR sehingga benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, penelitian tersebut juga diarahkan untuk mendorong penerapan konsep Creating Shared Value (CSV), yakni pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai bersama bagi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.

Selama pelaksanaan FGD, peneliti menegaskan bahwa partisipasi peserta bersifat sukarela, identitas narasumber dijamin kerahasiaannya sesuai etika penelitian, dan seluruh hasil diskusi digunakan semata-mata untuk kepentingan analisis akademik.

Melalui penelitian ini diharapkan lahir rekomendasi yang mampu memperkuat tata kelola kolaboratif Forum CSR Sumatera Selatan, meningkatkan kualitas kemitraan lintas sektor, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.