Gandustv.com, Palembang – Haul ke-26 KH Abdul Malik Tadjuddin digelar dengan khidmat di halaman SMP NU-SMA NU Palembang, Jalan Jenderal A. Yani, 14 Ulu, Palembang, Sabtu (5/9/2026).
KH Abdul Malik Tadjuddin dikenal sebagai ulama kharismatik, pejuang, sekaligus tokoh pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Palembang dan Sumatera Selatan.
Kegiatan haul tersebut juga dirangkai dengan tasyakuran aqiqah dan khitan tiga cicit KH Abdul Malik Tadjuddin, yakni Kgs. Abdul Malik Anwar bin Kgs. M. Iqbal, S.T., Kgs. Ahmad Da’ilillah bin Kgs. M. Iqbal, S.T., serta Hana Anindya Razana binti Sandy Rizky Wahyudi, S.M.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn.; Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Dr. Ir. H.K.M. Isnaini Madani, M.T., M.Si., IAI; H. Ramli Sutanegara, S.H., M.Si., MBA; Ketua PMPB Sumsel Yusuf Malaya; serta Pengasuh Majelis Da’wah Wattadzikir Al-Husna, Ustaz KGS. H.M. Husni Thamrin Yusuf, S.Ag., M.Si.
Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja mengapresiasi pelaksanaan haul yang berlangsung lancar tersebut.
Menurutnya, KH Abdul Malik Tadjuddin merupakan sosok yang patut dijadikan teladan, terutama dalam kehidupan keagamaan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kita ketahui KH Abdul Malik Tadjuddin sosok yang baik yang memberikan keteladanan yang baik. Mudah-mudahan keteladanan beliau bisa diikuti murid-muridnya dan kita juga termasuk orang-orang yang mencintai beliau,” katanya.
Selain memberikan apresiasi, SMB IV juga mendukung apabila nama KH Abdul Malik Tadjuddin diusulkan kepada Pemerintah Kota Palembang untuk diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Kota Palembang.
Putra sulung almarhum KH Abdul Malik Tadjuddin, Ir Ahmad Dailami mengatakan, kegiatan haul ini rutin dilakukan setiap tahun baik di rumah ataupun di halaman SMP-SMA NU Palembang.
”Alhamdulilah, kegiatan haul yang ke-26 ini dapat berjalan lancar, kali ini kita menggelarnya di halaman SMP-SMA NU, dengan harapan kedepannya kita memperoleh barokah dengan mengadakan haul ini,” ujarnya.
Haul ke-26 ini juga digelar tasyakuran aqiqah serta khitan cicit KH. Abdul Malik Tadjuddin yakni Kgs. Abdul Malik Anwar bin Kgs. M. Iqbal, ST, Kgs. Ahmad Da’ilillah bin Kgs. M. Iqbal, ST dan Hana Anindya Razana binti Sandy Rizky Wahyudi, SM.
Sosok KH. Abdul Malik Tadjudin ini begitu cinta dengan Islam dimana saat NU pertama kali didirikan oleh Hadratus Syech Hasyim Asy’ari di tahun 1926, KH Abdul Malik Tadjuddin baru berusia delapan tahun.
“Saat itu beliau nyantri dengan ulama terkemuka di Palembang. Di usia 12 tahun sudah berdakwah makanya dijuluki dengan sebutan Kyai Kecik atau kecil,” terangnya.
Menurutnya kesederhanaan dan sikap legowo yang patut untuk ditauladani dari sosok ayahandanya itu. “Beliau senantiasa pegang teguh dalam berdakwah, ia akan maju ke depan apabila diinginkan, dan ada di belakang jika situasi telah membaik,” katanya.
Dalam berdakwah KH. Abdul Malik Tadjuddin berpegang teguh pada ajaran ahlussunah wal jamaah prinsip ajaran Nahdatul Ulama.
KH Abdul Malik Tadjudin wafat pada 10 Agustus 2000 pada usia 82 tahun dan dimakamkan di pemakaman keluarga Ungkonan H Nang Lenggok Kelurahan 3-4 Ulu.
Acara ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar umat Islam di Palembang. Kehadiran para alim ulama dari berbagai penjuru kota, tokoh adat, hingga Sultan Palembang menjadi simbol kuatnya ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
”Kita harapkan melalui kegiatan Haul KH. Abdul Malik Tajudin ke-26 ini dapat menjadikan KH. Abdul Malik Tajudin teladan bagi generasi muda, khususnya santri dan pelajar NU, untuk tidak melupakan sejarah dan perjuangan ulama,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Dr. Ir. H.K.M. Isnaini Madani, M.T., M.Si., IAI menyambut baik dengan acara yang diselenggarakan.
”Kita mendukung kegiatan ini dan memberikan apresiasi dengan diselenggarakan kegiatan ini setiap tahunnya,” paparnya.
Dimana KH. Abdul Malik Tadjuddin merupakan ulama yang fokus pada pendidik dan pejuang keislaman di Palembang. “Peranan beliau dalam dunia pendidikan sangat luar biasa,” tambah dia.
Sehingga generasi muda wajib menjadikan beliau panutan dan tuntutan hingga menjadi generasi penerus yang berilmu dan berakhlak.
Sehingga mampu meneruskan perjuangan dari KH. Abdul Malik Tadjuddin yang menjadi inspirasi setiap generasi muda dan menjadikan Palembang sebagai kota religius.












