BERITA  

Ponpes Nurul Komar Palembang Gelar Wisuda Santri, Tekankan Pendidikan Karakter Untuk Santri

Gandustv.com, Palembang – Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Terpadu Nurul Komar Palembang yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, menggelar Wisuda dan Haflah Santri Angkatan ke-39 Tahun Ajaran 2025/2026, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Ponpes Modern Terpadu Nurul Komar, Prof. Dr. Drs. H. Raden Wijaya, M.Si., Ph.D., Mudir Ponpes Nurul Komar KH. Orbit Rupawan, S.Th.I., Wakil Ketua I PGRI Sumatera Selatan Merki Bakrie, jajaran pengurus yayasan, dewan guru, wali santri, serta para wisudawan dan wisudawati.

Pada tahun ini, Ponpes Nurul Komar mewisuda sebanyak 96 santri dari berbagai jenjang pendidikan, terdiri atas 15 santri tingkat SMA, 17 santri tingkat SMP, 49 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 15 santri Raudhatul Athfal (RA).
Ketua Dewan Pembina Yayasan Ponpes Modern Terpadu Nurul Komar, Prof. Dr. Drs. H. Raden Wijaya, M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lingkungan pesantren.
Menurutnya, memilih pendidikan pesantren merupakan keputusan mulia karena tidak semua orang tua memiliki kesempatan dan dorongan untuk menempatkan anak-anak mereka dalam lingkungan pendidikan berbasis agama.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pondok Pesantren Nurul Komar. Ini adalah pilihan yang baik karena pendidikan agama menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Prof. Raden Wijaya menegaskan bahwa pihak yayasan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren melalui penguatan empat aspek utama, yakni pendidikan agama, pengembangan akademik, penguasaan bahasa, serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidik.

Ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam kemajuan sebuah lembaga pendidikan. Karena itu, pengembangan kapasitas guru akan terus menjadi perhatian yayasan.
“Kualitas guru harus terus ditingkatkan karena guru adalah ujung tombak pendidikan. Pesantren harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan,” katanya.

Dia juga mengungkapkan komitmen yayasan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi para santri maupun tenaga pendidik di lingkungan pesantren. Salah satunya melalui kerja sama dengan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU), tempat dirinya menjabat sebagai Wakil Rektor.
Menurutnya, pesantren akan memfasilitasi para guru yang belum menempuh pendidikan sarjana untuk melanjutkan studi, termasuk melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Kami ingin seluruh tenaga pendidik memiliki kesempatan meningkatkan jenjang pendidikan. Bahkan jika ada kendala biaya, yayasan akan berupaya membantu agar mereka tetap bisa melanjutkan studi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan teknologi informasi di lingkungan pesantren agar para santri mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Prof. Raden Wijaya turut memberikan motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menjaga nama baik almamater.
“Kelulusan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. Teruslah belajar, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda dan mendoakan agar mereka senantiasa mendapatkan keberkahan, perlindungan, serta kemudahan dalam meraih cita-cita.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda hari ini. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik serta membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” tutupnya.

Mudir Pondok Pesantren Modern Terpadu Nurul Komar Palembang, KH. Orbit Rupawan, S.Th.I., mengajak para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Nurul Komar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk dididik di Pondok Pesantren Nurul Komar. Kepercayaan ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter santri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Komar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi berjalan selama 24 jam melalui pembinaan yang terintegrasi antara pendidikan formal, asrama, ibadah, dan aktivitas keseharian santri.
“Di pesantren, pendidikan tidak hanya dimulai saat bel masuk sekolah dan berakhir ketika jam pelajaran selesai. Pembinaan berlangsung sepanjang hari, mulai dari bangun sebelum subuh hingga kembali beristirahat. Semua aktivitas menjadi bagian dari proses pendidikan karakter,” katanya.

Menurut KH. Orbit, Pondok Pesantren Nurul Komar saat ini memiliki empat jenjang pendidikan formal, yakni Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP, dan SMA Ponpes Darul Komar. Kurikulum yang diterapkan menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan pendidikan keislaman seperti fikih, akidah akhlak, Al-Qur’an Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Pada wisuda tahun ini, sebanyak 96 santri dari berbagai jenjang pendidikan dinyatakan lulus. Terdiri dari 15 santri tingkat SMA, 17 santri tingkat SMP, 49 santri Madrasah Ibtidaiyah, dan 15 santri Raudhatul Athfal.
Khusus kepada para lulusan SMA, KH. Orbit berpesan agar tidak berhenti menuntut ilmu setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

“Saya berharap seluruh santri yang lulus SMA hari ini melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dunia ke depan akan semakin kompetitif. Bahkan lulusan sarjana pun saat ini masih harus berjuang menghadapi tantangan dunia kerja. Karena itu, pendidikan tinggi menjadi kebutuhan penting,” tegasnya.
Ia juga meminta para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar dapat melanjutkan pendidikan. Menurutnya, persoalan biaya tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pendidikan.
“Kalau urusan pendidikan, jangan takut. Allah selalu membuka jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Banyak peluang beasiswa dan bantuan pendidikan yang bisa dimanfaatkan. Yang terpenting adalah semangat belajar anak tetap dijaga,” katanya.

KH. Orbit turut membagikan pengalaman pribadinya yang sempat hampir tidak melanjutkan kuliah setelah menyelesaikan pendidikan pesantren. Namun berkat dorongan gurunya, ia akhirnya menempuh pendidikan tinggi dan merasakan manfaat besar dari ilmu yang diperoleh.
“Saya ingin anak-anak memahami bahwa masa depan ditentukan oleh kualitas diri dan kesungguhan dalam belajar. Ilmu akan mengangkat derajat seseorang, sebagaimana janji Allah dalam Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak terburu-buru memikirkan pernikahan sebelum menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita yang diimpikan.
“Kepada para santri yang baru lulus SMA, fokuslah terlebih dahulu mengejar pendidikan dan cita-cita. Masa depan kalian masih panjang. Raihlah ilmu setinggi-tingginya dan persiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

KH. Orbit menegaskan bahwa para alumni akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Komar.

Ia berharap silaturahmi antara alumni dan pesantren terus terjaga meskipun para santri telah menyelesaikan pendidikan.
“Nurul Komar akan selalu menjadi rumah dan almamater bagi kalian. Jangan pernah melupakan pesantren ini. Teruslah menjaga silaturahmi dan doakan agar pesantren ini terus berkembang serta mampu mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua PGRI Sumsel di wakili Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Merki Bakrie, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan dan pengelola Pondok Pesantren Nurul Komar yang dinilai berhasil menghadirkan sistem pendidikan yang mampu menyeimbangkan pendidikan agama, akademik, dan pembentukan karakter.
Merki mengaku baru pertama kali mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Komar. Namun setelah melihat langsung sistem pendidikan yang diterapkan, ia menilai konsep pendidikan pesantren seperti ini layak menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.
“Menurut saya, model pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren ini sangat ideal. Jika konsep seperti ini diterapkan secara luas, Insya Allah akan lahir generasi yang memiliki akhlak, karakter, dan tanggung jawab yang kuat,” ujarnya.

Merki menyoroti pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi masa depan. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini tidak terlepas dari lemahnya pembinaan moral dan tanggung jawab sejak dini.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk terus memberikan pendidikan agama yang kuat kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Saya selalu meyakini ada tiga hal penting yang harus dimiliki generasi muda. Pertama agama, kedua penguasaan teknologi, dan ketiga kemampuan berbahasa, terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tiga hal ini menjadi modal utama menghadapi masa depan,” katanya.

Sebagai seorang pendidik, Merki mengaku seluruh anaknya juga pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Menurutnya, lingkungan pesantren mampu memberikan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan yang sangat dibutuhkan generasi muda.
Ia juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Justru, kata dia, wisuda merupakan awal untuk melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kelulusan hari ini bukan akhir dari perjalanan. Ini adalah awal untuk menatap masa depan yang lebih luas. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan diri, dan jangan pernah takut bermimpi,” pesannya.

Selain kepada santri, Merki juga memberikan apresiasi kepada para wali santri yang telah berkomitmen mendukung pendidikan anak-anaknya di pesantren. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh lembaga pendidikan, tetapi juga dukungan keluarga.
“Kami mengucapkan selamat kepada para orang tua yang hari ini menyaksikan putra-putrinya diwisuda. Ini adalah kebanggaan sekaligus investasi terbaik untuk masa depan anak-anak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Merki turut mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai kunci keberhasilan pendidikan. Menurutnya, sarana dan prasarana yang baik tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung tenaga pendidik yang kompeten dan terus mengembangkan diri.
“Guru harus terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan teknologi. Generasi yang kita didik saat ini adalah generasi abad ke-21 yang tumbuh dalam era digital. Karena itu, guru juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Merki mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang diwisuda serta kepada jajaran pengelola Pondok Pesantren Nurul Komar atas keberhasilannya mendidik dan membina generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga para alumni Pondok Pesantren Nurul Komar dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat, serta terus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren,” pungkasnya.
Acara di selingi dengan penampilan berbagai kesenian dan lagu yang dibawakan anak-anak santri dan pemberian penghargaan kepada peserta wisuda yang berpestarsi di bidang akademik dan non akademik.