Gandustv.com Bangka Barat – Praktik pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan drum di SPBU Jalan Saku, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, kembali menuai sorotan,sabu (25/04/2026).
Warga mendesak Kementerian Pertamina Republik Indonesia turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang diduga melanggar aturan tersebut.
Sejumlah warga mengaku resah dengan maraknya “pengerit bahasa penimbun BBM yang membeli Pertalite dalam jumlah besar menggunakan drum.
Aktivitas ini dinilai tidak hanya merugikan masyarakat umum yang membutuhkan BBM untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan kelangkaan di tingkat konsumen kecil.
“Kalau dibiarkan terus, kami masyarakat kecil yang dirugikan. BBM jadi cepat habis, antrean panjang, dan kadang kami tidak kebagian,” ujar salah satu warga Tempilang yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, praktik ini juga dinilai melanggar ketentuan distribusi BBM subsidi yang seharusnya tepat sasaran.
Warga menduga ada pembiaran dari pihak pengelola SPBU terhadap aktivitas pengisian menggunakan drum tersebut.
Masyarakat meminta instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum dan pihak pengawas distribusi energi, segera melakukan inspeksi mendadak serta memberikan sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran.
“Harapan kami ada tindakan nyata, jangan hanya diam. Ini sudah meresahkan dan merugikan banyak orang,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Tempilang maupun instansi terkait.
Warga berharap laporan ini segera ditindaklanjuti demi menjaga ketersediaan dan keadilan distribusi BBM subsidi di wilayah Bangka Barat.
SPBU Tempilang Disorot, Dugaan “Pengerit Bahasa Penimbun” Pertalite Pakai Drum Minta Tindakan Tegas Kementerian Pertamina












