BERITA  

Sumsel Lumbung Energi “Terang di Orang Suram Di Kami”Deretan Permasalahan Yang Di Hadapi Masyarakat Dalam Proses Pembangunan PLTU Sumsel 1


Gandustv.com, Muara Enim – Project PLTU Sumsel 1 di laksanakan oleh PT Shehua Guohua Lion Power Indonesia (SGLPI), PT Lion Power Energi (LPE) dan PT Graha Wahyu Kencana (GWK), PT.Cakra Bumi Energi (Bomba Grup) yang dimana Perusahaan-perusahan ini bertugas melakukan Pengembangan proyek PLTU sumsel 1, pembangunan jalur sutet serta penyiapan lahan lokasi mulut tambang batu bara.

“Terang di orang Suram di Kami”
Ungkap Agung satria tokoh pemuda desa tanjung menang yang merasakan langsung dampak dari Pembangunan strategi Nasional tersebut.

Banyak sekali permasalahan yang timbul di desa kami ujar Agung satria, diantara :
Pertama Terganggunya Sumber mata air dan rusaknya anak sungai Niru yang ini menjadi salah sumber air bersih bagi masyarakat Desa.
kedua Rusaknya akses jalan menuju wilayah Kelola masyarakat akibat aktivitas pembangunan PLTU Sumsel 1.
Ketiga Belum terealisasikannya perjanjian antara masyarakat yang lahannya terkena lokasi proyek PLTU sumsel 1 atas penggantian lahan masyarakat hingga sekarang.
keempat Nilai konpensasi atau ganti rugi lahan dan tanam tumbuh milik masyarakat tidak layak atau dinilai masyarakat dalam penentuan nilai konpensasi lahan dan tanam tumbuh milik masyarakat yang di peruntuhkan untuk Jalur Sutet dan lokasi mulut tambang batu bara.
Kelima sosialisasi project PLTU Sumsel 1 ke Desa-Desa yang masuk dalam Ring Satu PLTU Sumsel 1 tidak transparan, sosialisasi yang dilaksanakan terkesan hanya untuk kelengkapan administrasi saja agar proyek PLTU Sumsel 1 bisa berjalan.
Keenam daya serap tenaga kerja dari masyarakat desa pun tidak diakomodir oleh pihak PLTU dengan baik untuk masa Kontruksi dan Produksi sehingga tidak banyak masyarakat yang bisa ikut serta dalam project strategis Nasional, sehingga dampak dari kehadiran tersebut tidak dirasakan yang berada di area ring satu terutama untuk perbaikan ekonomi masyarakat diareal proyek PLTU sumsel 1.
Ketujuh upah buruh yang rendah dan sebagian pekerja tidak ada jaminan Kesehatan, jaminan sosial dan jaminan kecelakaan. Delapan belum adanya kontribusi dan atau kerjasama yang baik dari pihak Pembangunan Proyek PLTU Sumsel 1 ke Desa Tanjung Menang” Terang Agung satria.

Menurut Agung satria, sejatinya Project strategis nasional PLTU sumsel 1 menjadi berkah bagi masyarakat di ring satu akan tetapi buktinya baru saja masuk dalam tahap pembangunan masyarakat sudah dibebani masalah-masalah yang merenggut hak-hak kehidupan masyarakat. Sehingga kehadiran proyek ini menjadi momok bagi masyarakat di ring satu PLTU Sumsel 1.” Tegasnya.

Jika Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini bangga akan pencapaian sebagai lumbung energi yang mengalami surplus listrik sebesar 1.379 MW, maka lihatlah juga bagaimana penderitaan para masyarakat yang mendapatkan dampak buruk dari hasil pencapain surplus daya listrik tersebut. “terang di orang suram di kami” itu isi hati kami masyarakat di ring satu PLTU Sumsel 1, dengan rendah hati kami masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Menteri ESDM serta Menteri BUMN untuk segera turun kelapangan dan menyelesaikan Permasalahan yang dihadapi masyarakat ring satu PLTU sumsel 1. Hormat kami masyarakat ring satu PLTU sumsel 1.

“Hingga saat ini masyarakat menunggu penyelesaian permasalahan yang timbul atas project pembangunan PLTU sumsel 1 baik dari Pihak PLTU sumsel 1 serta unsur Pemerintahan, sehingga kedepannya project PLTU ini tidak membuat Masyarakat menderita.” Tutup Agung satria.(Ali Goik)