BERITA  

Ustadz Derry Bersama Hj Lucianty dan PWPSS Pengajian 10 Muharram di Kedai Tiga Nyonya

Gandustv.com, Palembang – Dalam rangkaian safari dakwah Semarak Muharram di Sumsel, Ustadz Derry Sulaiman memberikan siraman rohani kepada jamaah Perkumpulan Wanita Palembang Sumatera Selatan (PWPSS), di Kedai Tiga Nyonya, Kamis (25/6/2026 Hadir juga sekitar 25 anak yatim karena tanggal 25 Juni bertepatan tanggal 10 Muharram yang dalam Islam dikenal sebagai hari lebaran anak yatim.

Hadir dalam kesempatan itu, Ir Hj Lucianty SE pengusaha wanita yang sukses di Sumsel, Wakil Ketua PWPSS Merry Decky Tatung, dan puluhan ibu-ibu pengurus dan anggota PWPSS. Ustadz Derry dikenal sebagai seorang dai yang dekat dengan kalangan selebritis dan influencer nasional. Selain itu dikenal luas dengan perjalanan hidupnya dari dunia musik metal menuju dakwah dan seni religi.
Dalam tausiahnya, Ustadz Derry menekankan bahwa perkara paling penting dalam kehidupan bukanlah kesehatan, bisnis, atau urusan duniawi lainnya, melainkan adalah iman. Menurutnya, orang beriman akan tetap bahagia meski hidup dalam kesederhanaan, sementara banyak orang kaya justru diliputi stres dan kegundahan.

Namun, ada juga orang yang tidak beriman atau non muslim diberikan Allah dengan rejeki yang berlimpah dan segala kemudahan. Hal itu jelasnya, karena Allah dalam memberikan rejeki tidak melihat muslim atau non muslim, namun melihat sebanyak apa orang tersebut telah berbuat kebaikan. “Mari lakukan kebaikan sebanyak-banyaknya. Karena kebaikan sekecil apapun akan dibalas Allah SWT,” katanya.

Namun dalam perkara surga, jelasnya, iman sebesar debu saja dapat mengantarkan seseorang ke surga. Tanpa iman, segala kebaikan tidak bernilai di sisi Allah untuk mengantarkan ia ke surga. Ia juga mengingatkan jamaah agar berhati-hati terhadap maksiat, karena kebahagiaan sejati hanya dapat diraih dengan iman yang kokoh. Ustadz Derry juga mengajak jamaah untuk memperbanyak mengingat kematian. Dunia, katanya, bukanlah tempat tinggal melainkan tempat meninggal. Kehidupan sejati justru ada di akhirat.

Ustadz Derry dalam kesempatan itu juga menyanyi dan memetik gitar. Lagu yang sering dibawakan yakni Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS) diikuti para jamaah. Lagu yang bermakna lebih baik memperbanyak amal untuk persiapan kehidupan yang kekal di akhirat daripada sibuk mengumpulkan harta untuk kehidupan dunia, sempat membuat hadirin terharu.

Menariknya, di akhir acara Ustadz Derry melelang lukisannya kepada jamaah yang digunakan penggalangan dana pembangunan masjid dirinya dan Willie Salim, seorang konten kreator. Selain itu menjadi simbol perjalanan hidupnya yang unik, dari seorang musisi metal hingga kini dikenal sebagai penyanyi religi dan pelukis yang menyalurkan pesan dakwah melalui seni. Ia menuturkan, “Dulu saya pemusik metal, sekarang saya penyanyi religi. Semua ini karena hidayah Allah.” Lelang lukisan tersebut mendapat antusiasme dari jamaah sebagai bentuk dukungan terhadap dakwah yang ia jalankan.

Sementara itu, Hj Lucy dalam sambutan sebelum acara dakwah mengungkapkan dirinya sengaja menghadirkan Ustadz Derry yang kebetulan safari di Sumsel tidak lain untuk siraman rohani pengurus dan anggota PWPSS serta mengundang anak yatim karena ikut menyantuni dan menyayangi anak yatim. “Mudah-mudahan pengajian ini kita menyadari hakikat hidup dan lebih menyayangi anak yatim,” jelasnya.