BERITA  

Arus Cindo, Ekspresi Aksi Dukungan Melawan Vandalisme

Gandustv.com, Palembang – Lomba Mural-grafiti dengan tema : ‘Palembang Belagak, Aksi Melawan Vandalisme’ telah memasuki hari kedua. Seluruh peserta yang berasal dari berbagai kalangan baik itu mahasiswa, pelajar, umum maupun profesional antusias mengikuti lomba yang diselenggarakan di empat titik di kota Palembang yakni ; simpang Charitas, simpang DPRD Prov. Sumsel, simpang LP wanita dan depan KONI.

Masing-masing peserta unjuk kebolehan dengan menggoreskan kuas dan cat ke media yang telah disediakan panitia. Salah satu tim peserta mahasiswi Polsri semester tiga, Sherly, Gaby dan Ririn mengatakan ajang lomba Mural grafiti ini pertama kalinya mereka ikuti setelah mendapat info dari media sosial Instagram. Berbekal hobby dan minat yang tinggi terhadap senirupa, ketiganya ingin mendukung program yang dicanangkan Walikota Palembang, Ratu Dewa dalam melawan aksi Vandalisme yang dapat merusak citra kota Palembang sebagai kota yang indah dan ramah bagi para pendatang.

“Tujuan kami mengikuti lomba ini tentunya untuk mencari pengalaman, karena selama ini kami tidak tahu harus kemana untuk menyalurkan minat terhadap dunia senirupa,” Ujar Sherly. Alumnus Polsri ini menambahkan ia dan rekan-rekannya menuangkan ide melalui tema lukisan ‘Arus Cindo’ yang berarti para generasi muda terutama Gen-Z Kota Palembang harus dapat menyalurkan hobby dan minat ke hal-hal yang positif. “Hobby menggambar tidak perlu dilakukan dengan mencoret-coret dinding pagar jalan maupun fasilitas umum, karena akan merusak pemandangan,” tambahnya.

Sherly dan teman-temannya berharap Pemkot Palembang dapat menyelenggarakan kegiatan serupa di masa-masa mendatang, agar aksi vandalisme dapat ditekan dan tak berulang.

Disisi lain, dua peserta asal Kota Prabumulih yang juga antusias mengikuti lomba Mural grafiti yakni Jaka dan Risky menyayangkan ajang serupa tak pernah mereka temui di kota asal mereka. “Pemkot Prabumulih kurang menunjukkan dukungan terhadap kegiatan seniman senirupa, jadi kami kesulitan untuk berekspresi karena kurangnya wadah dalam berkesenian.” Ungkap Jaka dan rekannya yang akhirnya nekat datang ke Palembang untuk mengikuti lomba sebagai salah satu tim peserta yang berasal dari luar kota selain dari OKI.