Kabakarham Polri Berikan Penghargaan Vicvapa Brahmagola Pratama Ke Personil Ditpolairud Polda Sumsel


Gandustv.com, Palembang, – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto M.Si berikan penghargaan Vicvapa Brahmagola Pratama kepada personil Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel di Mako Polairud Polda Sumsel, Rabu (18/5/2022).

Saat pemberian penghargaan Vicvapa Brahmagola Pratama dihadiri juga oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, Kakorpolairud Irjen Drs Indra Mirza,Msi, Dirpolair Polri Brigjen Pol M.Yassin Kosasih SIK,MSi ,Dirpoludara Polri Brigjen Pol Drs Sumego Adi Soetojo, Karo renmin, Brigjen Pol Agung Julianto,MSI, Pati Baharkam Brigjen Pol Drs Benny Setiawan, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, SIK, SH, MH, Dirpolairud Polda Sumsel Kombes Pol YS. Widodo, serta PJU Polda Sumsel.

Penghargaan Vicvapa Brahmagola Pratama ini diberikan secara langsung oleh Kabakarham Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto, M.Si yang di dampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH ke personil Ditpolairud Polda Sumsel dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap upaya penyelundupan benih Baby Lobster.

“Penghargaan Vicvapa Brahmagola Pratama yang diberikan ini mengandung semboyan Baharkam Polri, yang arti memberikan perlindungan menyeluruh terhadap alam semesta, baik manusianya, tumbuh-tumbuhan, hewan, tanah, air, maupun di udara,” ujar Komjen Pol Arief, saat di wawancarai awak media disela-sela kegiatan pemberian penghargaan.

“Di Baharkam itu ada tiga dimensi tugas, darat ada Shabara, laut Polair, dan udara kami memiliki polisi udara, serta tugasnya Baharkam melindungi ketiga Matra ini,” pungkasnya.

“Polda Sumatera Selatan telah berhasil menterjemahkan ketiga Matra ini, dengan melakukan penangkapan upaya penyelundupan benih Baby Lobster,” ucapnya.

Kabakarham Polri Komjen Pol Arief menambahkan, fenomena kapal “Hantu” ini memang sudah cukup lama terdengar, karna cukup sulit untuk menangkapnya, sebab kapal tersebut dilengkapi mesin yang canggih dan dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan ini berhasil di ungkap dan di tangkap oleh jajaran Polda Sumsel.

“Melawan “Hantu” harus dengan ilmunya Malaikat”, tegasnya.

Sambil menunjukkan di dada, Kabakarham Polri menjelaskan, harus dengan kebersihan hati, keberanian, dan tekad yang kuat untuk menjaga alam.

“Kalau tidak di dasari dengan keikhlasan itu, maka kita tidak akan mungkin bisa melawan “Hantu”, tapi dengan keberanian itu “Hantu” pun bisa di tangkap,” ujarnya.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Kapolda Sumsel, yang telah berhasil dalam menggagalkan upaya penyelundupan benih Baby Lobster menggunakan kapal “Hantu”, ungkap Komjen Pol Arief.

Dirinya menuturkan, bahwa Polri tidak bisa bekerja sendirian tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan teman-teman media, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta memberikan informasi yang positif kepada masyarakat.

“Saya minta kepada rekan-rekan media untuk membantu Pak Kapolda Sumsel dalam mengedukasi informasi kepada masyarakat, karna dunia Maya juga menjadi salah satu dimensi yang harus kita amankan juga,” ujar Komjen Pol Arief.

Sebelum menutup wawancara dengan awak media, Kabakarham Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto menghimbau kepada masyarakat, karna sebentar lagi kita akan memasuki musim kemarau, terus gelorakan kepada seluruh masyarakat untuk mencegah terjadinya api yang bisa mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).