Perlu Ada Pelurusan Sejarah Makam Aryo Dila di Palembang


Gandustv.com, Palembang – Sejarawan Palembang Kemas Ari Panji menilai perlu adanya pelurusan sejarah Palembang terkait kontroversi munculnya dua makam Aryo Dila di lokasi yang sama dan pembuktian otentisitas makam itu sendiri.
Menurutnya awal sejarah pertama makam Ario Dillah adalah makam yang di bawah, namun di pugar dan ada yang menunjuk di atas dan sayangnya di beri merek di sana Aryo Damar.
“ Itu maksud saya yang membingungkan , yang saya cerita adalah kondisi nyata saat ini , dari dulu orang mau ziarah ke sini tulah tapi dulu belum di pugar masih makam asli, jadi jangan sampai kita di bingungkan , “Kata dosen UIN Raden Fatah Palembang ini saat menjadi nara sumber dalam kunjungan ziarah dan diskusi ke makam para Para Raja dan Sultan Palembang.
Untuk tahap pertama, kunjungan ke makam Aryo Damar atau Aryo Dilla, yang berada di kawasan 20 Ilir, kecamatan Ilir Timur I Palembang, Jumat (29/10) yang di gelar Putera Jawa Keturunan Sumatera (Pujakesuma) berkerjasama dengan dengan Kesultanan Palembang Darussalam (KPD).


Karena itu menurutnya sejarah makam Ario Dillah harus di luruskan dan harus di ceritakan dengan faktanya, kalau memang makam di atas adalah panglimanya harus di tulis panglima Ario Damar dan jangan di bengkokkan.
“Aryo Dila adalah tokoh besar, makamnya merupakan situs sejarah yang sangat bernilai. untuk itu perlu melibatkan ahli sejarah dan ahli arkeologi untuk mengetahui kepastian mana yang otentik dari dua makam yang ada ini yang benar-benar makam Ario Dillah,” kata
Ketua Harian Pujakesuma, Hernoe Roesprijadji mengatakan, dipilihnya makam Ario Dilla sebagai kunjungan pertama ini karena tokoh ini adalah yang legendaris, tidak hanya di Palembang, tapi juga di nusantara.

“Menurut catatan sejarah, pada tahun 1445 Ario Damar mendapat tugas dari Brawijaya V menjadi Adipati di negeri Palembang. Ketika itu dia mengawini Sendang Biduk, puteri Sultan Mughni (keturunan Demang Lebar Daun) yang beragama Islam dan berubah nama menjadi Ario Dilla” kata pria yang juga Sekteratris PWNU Sumsel ini.

Selain itu, kata Hernoe, dia pribadi mendapat amanah dari gurunya untuk merawat makam Ario Dilla.
“Sudah cukup lama saya mendapat amanah dari guru saya agar merawat makam Ario Dilla ini. Oleh karena itu, saya sampaikan kepada Vebri Al Lintani (Ketua Panitia, red) agar melakukan kegiatan ini. Alhamdulillah niat saya ini direspon baik oleh SMB IV Jayo Wikramo Fauwaz Diraja” kata Hernoe dalam paparannya.

Niat baik Hernoe ini disambut baik oleh para tokoh yang hadir dalam diskusi, terutama oleh SMB IV.

“Kami berterimakasih kepada mas Hernoe yang telah menunjukkan perhatiannya. Menghargai para tokoh pendahulu seperti Ario Damar ini adalah tugas kita semua. Salah satu wujud dari penghargaan kepada para tokoh adalah dengan merawat makam yang merupakan bukti keberadaan mereka. Untuk itu, ke depan saya mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam merawat makam para Raja dan Sultan Palembang”, ujar SMB IV