BERITA  

SMB IV Ajak Lestarikan Kuliner Palembang Lama

Gandustv.com, Palembang – Makan kambangan adalah sajian kuliner khas Palembang yang ditampilkan pada acara acara tertentu diantaranya perayaan pada hari senin setelah akad nikah . Makanannya terdiri dari makanan berkuah seperti tekwan, model dan lain lain didampingi kue-kue khas Palembang dan di tengah-tengah orang yang melayani makanan tersebut.


Untuk mengingatkan agar masyarakat kota Palembang tidak melupakan tradisi, “Makan Kambangan , Tradisi Perayaan Palembang”, Rabu (25/8) di atrium OPI Mall, komunitas Pedagang Pecinta Kuliner Nusantara (KPPKN) menggelar Festival Budaya Nusantara 2021 menggelar Talk Show Budaya.

Acara menghadirkan narasumber Sultan Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Budayawan Palembang, Vebri Al Lintani, Komite Ekonomi Kreatif Yudi Suhairi, , Ketua Dewan Kesenian Palembang, M Iqbal Rudianto, budayawan Palembang RM Ali Hanafiah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal Syarkomi, Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani.

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn menjelaskan makan kambangan adalah budaya makan khas budaya Palembang Darussalam yang harus dilestarikan.
“budaya ini akan hilang kalau kita tidak melestarikan, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini mudah-mudahan kedepannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan oleh komunitas-komunitas yang lain ,”.
SMB IV berharap tidak hanya kambangan dan buluh sebatang atau hidangan Palembang lama yang lainnya yang harus dilestarikan, terutama berkenaan dengan budaya-budaya kuliner Palembang lamo ini dn tradisi ini harus di hidupkan kembali, katanya.

Selain itu Budayawan Palembang Vebri Al Lintani dan RM Ali Hanafiah juga menjelaskan cara makan kambangan yang merupakan tradisi makan Palembang yang kian terlupakan seiring perkembangan zaman.

“ Masyarakat modern cenderung mencari yang praktis dan mudah, ketimbang melestarikan tradisi yng sarat dengan makna itu. mereka lebih memilih cara makan prasmanan atau yang akrab disebut prancisan dari pada makan kambangan ini,” kata RM Ali Hanafiah yang biasa dipanggil dengan sebutan Mang Amin.

Menurut budayawan Palembang Vebri Al Lintani mengatakan ” menghormati dan memuliakan tamu dalam budaya melayu yang Islami menjadi sesuatu yang sangat dianjurkan, bahkan diwajibkan bagi kaum Muslim”, Selain itu menurutnya tradisi makan Palembang tergolong teratur dibandingkan beberapa suku di Palembang.

Mulai dari keseharian hingga saat mengadakan hajatan seperti nikahan,
“Mulai dari kekeluargaan yang erat, semangat bergotong royong hingga mengajarkan bagaimana cara mempererat tali silaturahim yang telah terhubung sebelumnya. Sayangnya, tradisi ini mulai luntur seiring perkembangan zaman,” katanya.(Ali Goik)